Memperkenalkan Indonesia Lewat Robot

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada yang unik pada Indonesia Robotic Olympiad yang digelar di Jakarta. Terdapat robot yang ingin memperkenalkan keunikan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Contohnya, robot berbentuk cenderawasih, ondel-ondel, jam gadang, komodo, monas, dan masih banyak lainnya. Robot yang dibuat oleh tim Robotic Education Centre, Jakarta, ini mengangkat tema “Tour the Indonesia”.

Lewat robot ini kita mau ngenalin Indonesia ke dunia kalau kita nanti menang dan dikirim ke Filipina.
— Anto

Menurut Anto, anggota Robotic Education Centre, tujuan pembuatan robot ini adalah ingin menunjukkan kepada dunia tentang ciri khas Indonesia jika mereka menang di tingkat nasional ini. “Lewat robot ini kita mau ngenalin Indonesia ke dunia kalau kita nanti menang dan dikirim ke Filipina,” ujarnya.

Pengerjaan robot-robot ini memakan waktu dua bulan penuh. “Kita ngerjain dari nol itu selama dua bulan,” ujar Anto.

Ide robot ini sendiri muncul tidak sengaja karena awalnya mereka hanya ingin membuat robot bentuk ondel-ondel yang mencirikan Indonesia. Namun, karena dirasa kurang, mereka akhirnya membuat berbagai robot yang bercirikan Indonesia.

“Tadinya kita buat cuma ondel-ondel, tapi karena ini buat lomba kayaknya sayang kalau setengah-setengah, jadi sekalian aja buat yang banyak, yang sesuai sama daerah-daerah di Indonesia,” ujar Anto.

Dalam lomba ini ada juga yang robot dalang yang memperagakan pertunjukan wayang, bunga bangkai yang memperagakan bagaimana bunga tersebut tumbuh, rampak bedug yang memperagakan permainan bedug, dan bentuk-bentuk lainnya.

Indonesia Robotic Olympiad merupakan ajang perlombaan membuat robot menggunakan mainan set lego. Kompetisi ini diadakan oleh Mikrobotik yang merupakan distributor tunggal lego di Indonesia.

Advertisements
Memperkenalkan Indonesia Lewat Robot

Belajar “Fun”, Rakit Lego Menjadi Robot

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia Robotic Olympiad menjadi ajang adu kreativitas merancang dan membuat robot cerdas menggunakan bahan baku lego.

Juga bisa memicu kreativitas anak-anak dalam menerapkan ilmu-ilmu yang mereka pelajari di sekolah seperti matematika, fisika, dan pembuatan program.
— Bambang Rusli

“Merakit lego menjadi robot merupakan teknologi yang harus diajarkan sedini mungkin pada anak-anak, karena teknologi di masa depan ada di tangan mereka,“ ujar Managing Director Mikrobot, Bambang Rusli, di Jakarta.

IRO tahun ini diikuti 439 peserta dari berbagai daerah. Peserta yang semuanya adalah siswa-siswi SD sampai SMA itu telah mengikuti penyaringan di daerah masing-masing. Kompetisi dibagi dalam 4 kategori, yakni regular category, open category, road runner, dan first lego league.

Robot yang dibuat harus dapat melewati jalur yang sudah ditentukan mengikuti sensor. Tim yang dapat menggerakkan robot paling cepat dan tepat melewati garis finish akan dikirim mewakili Indonesia di ajang internasional yang bergengsi WRO.

Bambang mengungkapkan, merakit lego merupakan belajar sambil bermain yang fun. Kata dia, daripada bermain game online, lebih baik bermain dengan merakit lego, karena dengan merakit lego itulah kita bisa mempelajari proses pembuatan legonya sendiri.

“Kita juga bisa belajar team work antara siswa, guru, dan sekolah yang mendukung program ini. Jadi, sifatnya lebih bersama-sama dan yang memulainya anak-anak (siswa),” lanjut Bambang.

Dia melanjutkan, bahwa hal lain yang bisa dipelajari saat merakit lego adalah sifat pantang menyerah. “Kebanyakan dari anak-anak ini, yang tahun lalu tidak menang, kemudian tahun ini ikut lagi, itu menandakan mereka tidak pantang menyerah,“ ungkap Bambang.

Tahun ini, antusias peserta IRO sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 439 orang mulai tingkat SD sampai SMA/SMK dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Serang, Padang, Surabaya, Medan, Bandung, serta Lampung. Para peserta tersebut telah mengikuti penyaringan di daerah masing-masing.

Bambang berharap, ajang perlombaan ini diharapkan juga bisa memicu kreativitas anak-anak dalam menerapkan ilmu-ilmu yang mereka pelajari di sekolah seperti matematika, fisika, dan pembuatan program. Adapun IRO digelar atas kerjasama antara Mikrobot dan Bank OCBC NISP sebagai sebuah komitmen bersama untuk memperkenalkan teknologi sedini mungkin kepada anak-anak dan remaja.

Belajar “Fun”, Rakit Lego Menjadi Robot