68 Tim Ramaikan Kontes Robot di ITS Surabaya

Surabaya (ANTARA News) – Sebanyak 68 tim robot meramaikan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011 Regional IV (Jatim dan Indonesia Timur) di Gedung Robotika ITS Surabaya pada 7-8 Mei.

“Untuk KRI akan diikuti 16 tim robot, KRCI Battle diikuti delapan tim robot, KRCI berkaki diikuti 16 tim robot, dan KRCI beroda diikuti 28 tim robot,” kata Wakil Ketua KRI-KRCI 2011 Regional IV, Dr Ir Endra Pitowarno M.Eng, di Surabaya, Jumat.

Didampingi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD di sela-sela “technical meeting”, ia menjelaskan KRI di Region IV akan diikuti 16 tim robot dari 16 universitas/politeknik.

“Semua peserta sudah mendaftar ke panitia sejak Kamis (5/5) dan mereka juga mengikuti technical meeting pada Jumat (6/5). Pembukaan akan dilaksanakan pada Sabtu (7/5) pagi oleh Rektor ITS,” katanya.

Ke-16 universitas/politeknik peserta KRI adalah ITN Malang, ITS Surabaya, Politeknik Banyuwangi, PENS ITS Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ITS, dan STIKOM Surabaya.

Selain itu, STMIK Asia Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Universitas Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Udayana.

“Untuk KRCI, mulai tahun ini ada KRCI Battle yang merupakan `robot soccer` (kontes robot pemain sepak bola) antar-humanoid. Ada delapan humanoid (robot setengah manusia) dari delapan universitas yang bertempur,” katanya.

Sementara KRCI lainnya yakni KRCI berkaki (pemadam api) akan diikuti 16 tim robot dan KRCI beroda (pemadam api) juga akan diikuti 28 tim robot.

“Untuk KRSI (kontes robot seni Indonesia) hanya akan dipertandingkan di tingkat nasional, bukan regional. “KRI-KRCI tingkat nasional akan dilaksanakan di UGM Yogyakarta pada 11-12 Juni,” katanya.

Bagi juara KRI nasional akan dikirim untuk mengikuti Kontes Robot Dunia di Thailand, sedangkan juara KRCI Battle akan mengikuti Piala Dunia Robot di Meksiko dan KRCI lainnya akan mengikuti kejuaraan dunia di Amerika.

“Tema KRI 2011 adalah Larungan yang mengadopsi tema kontes robot dunia 2011 yaitu `Loy Krathong`. Awalnya, robot menual merangkai krathong (karangan bunga) dengan enam stik, lalu bila rangkaian krathong selesai, maka robot baru diizinkan untuk bermain,” katanya.

Setelah itu, robot otomatis mengisi rangkaian `Sala` dengan krathong petal dan bunga, lalu rangkaian `Sala` itu disusun pada `Base Candle` dan robot otomatis membawa rangkaian yang sudah tersusun itu ke `River Surface` yang bergoyang-goyang.

“Peta kekuatan di KRI terlihat merata, sedangkan KRCI masih bersifat menyebar dengan ada tim yang bagus dan ada yang belum bagus. Yang belum dapat diprediksi adalah KRCI Battle yang akan diikuti delapan robot humanoid, karena tergolong kontes yang masih baru,” katanya.

Advertisements
68 Tim Ramaikan Kontes Robot di ITS Surabaya

UNTAD Palu Gelar Kontes Robot Indonesia

Palu, (ANTARA KL) – Universitas Negeri Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, menggelar Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk region V atau wilayah tengah Indonesia yang berlangsung dua hari hingga Sabtu.

Ketua Panitia Lomba Robot, Pudji Astutiek, mengatakan pemenang lomba robot pada setiap kategori itu selanjutnya akan bertanding di kontes robot tingkat nasional.

Lomba robot itu diikuti 33 tim dari 17 perguruan tinggi di wilayah tengah Indonesia, antara lain, Politeknik Manado, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Ujung Pandang, STMIK Banjar Baru, STMIK Adhi Guna Palu, STMIK Bina Mulya Palu, Untad Palu, Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Universitas Hasanuddin Makassar.

Kontes Robot Indonesia itu mempertandingkan kemampuan robot yang dikendalikan manusia untuk menyusun rangkaian bunga sehingga menjadi satu kesatuan.

Robot itu memiliki tinggi hingga 1,5 meter berbentuk mesin yang memiliki tuas untuk mengangkat benda. Robot yang sebagian besar terbuat dari alumunium itu menggunakan energi listrik yang berasal dari aki.

Sementara Kontes Robot Cerdas Indonesia mempertandingkan robot pemadam api dan robot pemain bola.

Robot pemadam pemadam api berukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi sekitar 15cm. Robot berbentuk kotak itu bergerak secara otomatis dengan menggunakan sejumlah kaki.

Robot itu bergerak dan memadamkan api pada arena yang telah ditentukan.

Pada lomba ini yang poin yang diutamakan adalah kecepatan dan kemampuan robot dalam bernavigasi dan bermanuver mencari api atau sumber panas kemudian memadamkannya.

Selanjutnya, pada kategori robot cerdas terdapat lomba sepakbola robot.

Setiap tim sepakbola hanya beranggotakan satu robot setinggi 30 cm. Di lapangan seluas 5 meter x 2 meter ini terdapat lima bola tenis berwarna oranye untuk diperebutkan.

Setiap robot yang bergerak dengan dua kaki ini harus maju menuju bola, dengan harapan bola itu tertendang dan akhirnya masuk ke gawang.

Pertandingan sepakbola robot mendapat perhatian lebih dari sekitar 300 penonton yang memadati auditorium Universitas Tadulako Palu.

Pendukung dari robot yang berlaga memberi semangat saat robot-robot terjatuh karena permukaan lapangan dilapisi karpet tidak rata.

Pudji berharap peserta dari timur Indonesia bisa berbicara banyak di tingkat nasional karena selama ini juara lomba robot itu sering berasal dari wilayah barat, seperti Pulau Jawa. (AB/ANTARA)

UNTAD Palu Gelar Kontes Robot Indonesia

Pemenang Kontes Robot Di Dominasi Mahasiswa Dari Makassar

PALU,(2/5) – Pemenang kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) didominasi mahasiswa asal Makassar setelah selama dua hari masing-masing tim mempertunjukkan keunggulan dan kemampuan robot-robot yang mereka ciptakan. Juara I KRI direbut oleh Politeknik Ujung Pandang, juara kedua Universitas Tadulako, juara III Universitas Hasanuddin dan Juara IV Politeknik Banjarmasin. Sedangkan untuk KCRI Devisi beroda pemadam kebakaran juara I Politeknik Ujung Pandang, Juara II Politeknik Sorong, Juara III Universitas Hasanuddin dan Juara IV STIMIK Dipanagara Makassar.KRCI Devisi Berkaki pemadam kaki Juara I Politeknik Ujung Pandang, Juara II STIMIK Tarakanita Tarakan, Juara III STIMIK Dipanagara Makassar dan Juara IV Universitas Hasanuddin. Sementara untuk KRCI Divisi Humanoid main bola Juara I STIMIK Tarakanita Tarakan, Juara II Universitas Hasanuddin, Juara III Politeknik Ujung Pandang dan Juara IV Universitas Tadulako.Pada KRI dan KRCI regional V diikuti 33 tim dari 17 universitas di Kawasan Timur Indonesia tema kontes kali Ini untuk KRI mengambil tema larungan sementara KRCI mengambil tema robot cerdas pemadam api dan robot cerdas main bola.Kontes robot ini berlangsung selama dua hari. Pada kontes kali ini juri berjumlah sepuluh orang dari berbagai universitas ternama di Indonesia diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institute Teknologi Bandung, Polikteknik Negeri Surabaya dan selaku ketua dewan juri Dr. Ir Wahidin Wahab dari Universitas Indonesia.Kontes ini pula dibuka secara resmi oleh Najamudin Ramli Kepala Subdin Kreatifitas dan Pengabdian Masyarakat Kementerian pendidikan. Najamudin yang juga dose nasal Untad ini menyampaikan bahwa Tadulako adalah gelar kepemimpinan, keteladanan dan keutamaan sehingga oleh Rektor Pertama Untad Prof. Dr Mattulada MA menamakan universitas ini menjadi Universitas Tadulako.

Pemenang Kontes Robot Di Dominasi Mahasiswa Dari Makassar

Robot Politeknik Negeri Batam Juara

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Seorang peserta menyiapkan robot dalam Kontes Robot Nasional 2011 di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (11/6/2011). Kontes robota yang dibagi dalam kategori Kotes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) tersebut diikuti oleh 101 tim dari 51 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kontes Robot Nasional 2011

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tim robot Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam berhasil lolos sebagai juara pertama kategori Kontes Robot Indonesia dalam Kontes Robot Nasional 2011 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sebagai juara pertama di kelas paling bergengsi, tim ini berhak mewakili Indonesia dalam Kontes Robot tingkat internasional Asia-Pasific Broadcasting Union Robocon 2011 di Bangkok, Thailand tanggal 9 September 2011 mendatang.

Dalam final kategori Kontes Robot Indonesia (KRI), tim robot Barelang 5.1 berhadapan dengan juara bertahan tim robot P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kedua tim bertarung sengit dalam merangkai karangan bunga (krathong) pada candle base dan meletakkannya pada river surface.

Hingga detik akhir pertandingan, kedua tim berhasil mengumpulkan poin sama yaitu 242 poin. Namun, tim juri yang diketuai Wahidin Wahab memberikan penalti kepada kedua tim sehingga nilai masing-masing tim dikurangi 20 poin menjadi total 222 poin. Kedua tim terkena penalti karena robot sempat mengenai river surface saat menyusung krathong.

“Karena poin keduanya sama, yaitu 222 poin, maka kami menentukan pemenang berdasarkan cacatan waktu di mana tim Barelang 5.1 membutuhkan waktu 2 menit 55 detik dan tim P-Next membutuhkan waktu 2 menit 59 detik sehingga tim Barelang 5.1 kami putuskan menang,” ucap Wahidin, Minggu (12/6/2011) saat final Kontes Robot Nasional 2011 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Robot Politeknik Negeri Batam Juara